Langgudu: Penyumbang PAD yang Terlupakan, Presma Tamsis Desak Pemda Bima Perbaiki "Jalur Maut"

 


BIMA, 22 Februari 2026 – Kecamatan Langgudu bukan sekadar wilayah administratif di ujung selatan Kabupaten Bima. Wilayah ini adalah raksasa ekonomi yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, kontribusi besar tersebut berbanding terbalik dengan kondisi infrastrukturnya yang memprihatinkan.

​Sebagai salah satu kecamatan terluas, Langgudu memegang peranan vital dalam komposisi ekonomi daerah:
  • ​Lumbung Pertanian & Jagung: Langgudu adalah salah satu kontributor terbesar produksi jagung di Kabupaten Bima, yang menjadi komoditas unggulan ekspor daerah.
  • Sektor Perikanan Melimpah: Dengan garis pantai yang strategis, wilayah ini menyuplai kebutuhan protein laut bagi pasar domestik maupun antarpulau, yang secara langsung mengalirkan retribusi ke kas daerah.
  • Potensi Pariwisata Selatan: Keindahan alamnya menjanjikan PAD besar dari sektor pariwisata jika aksesibilitas dikelola dengan serius.
​Kritik Pedas Presma Tamsis: "Jangan Hanya Ambil Untungnya!"

​Kondisi jalan yang hancur lebur di Langgudu memicu reaksi keras dari aktivis mahasiswa. Andri Setiawan, Presiden Mahasiswa (Presma) STKIP Taman Siswa Bima, angkat bicara mengenai ketimpangan yang terjadi. Menurutnya, Pemda Bima seolah-olah hanya menikmati hasil bumi Langgudu tanpa mempedulikan keselamatan warganya.
​"Bukan sekadar lubang di aspal tapi lubang yang menganga, menunggu korban berikutnya," tegas Andri dalam pernyataannya yang viral di media sosial.
​Ia menyoroti bahwa di setiap retakan jalan yang dibiarkan, ada ancaman nyawa bagi pengendara. Di setiap genangan air saat hujan, terpancar ketidakpedulian pemerintah terhadap mobilitas ekonomi rakyat.

​Kerusakan jalan ini bukan masalah estetika semata, melainkan penghambat utama kesejahteraan:
  1. ​Biaya Logistik Membengkak: Petani jagung dan nelayan Langgudu harus mengeluarkan ongkos angkut lebih mahal karena rusaknya kendaraan akibat medan yang ekstrem.
  2. Akses Kesehatan Terhambat: Pasien gawat darurat yang harus dirujuk ke RSUD Bima harus bertaruh nyawa di atas mobil ambulans yang terguncang hebat sepanjang jalan.
  3. Ancaman Korban Jiwa: Jalur ini kini dijuluki "Jalur Maut" oleh warga setempat karena seringnya terjadi kecelakaan, terutama di malam hari.
​Pertanyaan retoris yang dilontarkan Andri Setiawan menjadi pengingat keras bagi Bupati dan jajaran Pemda Bima: "Sampai kapan Pemda Kabupaten Bima terbangun?" Masyarakat Langgudu menuntut keadilan anggaran. Sebagai wilayah yang berkontribusi signifikan terhadap PAD, sudah sepatutnya Langgudu mendapatkan prioritas pembangunan jalan yang layak dan berkualitas, bukan sekadar tambal sulam yang cepat rusak kembali. (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama