Bima – Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM-REMA) STKIP Taman Siswa Bima kembali menunjukkan kiprah progresifnya dalam pengembangan kualitas mahasiswa dengan sukses menyelenggarakan lomba microteaching yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 April 2026. Kegiatan ini menjadi agenda strategis dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik profesional yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga matang dalam praktik pembelajaran.
Lomba microteaching ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi kependidikan. Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran secara efektif. Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup penguasaan materi, strategi pembelajaran, penggunaan media, kemampuan komunikasi, hingga interaksi pedagogik di dalam kelas.
Ketua BEM-REMA, Andri Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendorong peningkatan kualitas akademik mahasiswa. Menurutnya, microteaching bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang latihan yang konkret untuk menguji kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik. “Kami ingin mahasiswa benar-benar siap menghadapi realitas dunia pendidikan, tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara profesional,” ujarnya.
Apresiasi dan dukungan penuh juga datang dari pihak kampus melalui Kepala Bagian Kemahasiswaan STKIP Taman Siswa Bima, Anwar, M.Pd., AIFO, yang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat relevan dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa. Ia menyebut bahwa lomba microteaching merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran berbasis praktik yang harus terus dikembangkan. “Kampus sangat mendukung kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas mahasiswa. Ini adalah langkah nyata dalam mencetak calon pendidik yang kompeten dan siap bersaing,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara mahasiswa dan institusi kampus. Dukungan fasilitas, ruang, serta pendampingan menjadi bentuk komitmen kampus dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif dan progresif.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kompetisi terlihat dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta menampilkan berbagai pendekatan pembelajaran, mulai dari metode konvensional yang dikombinasikan dengan teknologi hingga pendekatan inovatif yang menekankan partisipasi aktif siswa. Hal ini mencerminkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.
Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga berfungsi sebagai ruang evaluasi dan refleksi. Para peserta mendapatkan masukan langsung dari dewan juri yang terdiri dari dosen dan praktisi pendidikan, sehingga setiap penampilan menjadi proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Adapun hasil lomba microteaching yang telah dilaksanakan menetapkan para pemenang sebagai berikut: Juara I diraih oleh Fitriah dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Juara II diraih oleh Rusmiati dari Program Studi PGSD, sementara Juara III diraih oleh dua peserta, yakni Reni Hizatul Aulia dari Program Studi PTI dan ST. Nur Jumiyati dari Program Studi PGSD. Para pemenang dinilai berhasil menunjukkan performa terbaik dalam aspek pedagogik, kreativitas, serta penguasaan kelas selama proses penilaian berlangsung.
Keberhasilan lomba microteaching ini semakin menegaskan peran BEM-REMA sebagai motor penggerak kegiatan mahasiswa yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas akademik. Profesionalisme dalam pelaksanaan kegiatan menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengelola program yang berdampak luas.
Dengan semangat “dari kampus untuk pendidikan”, STKIP Taman Siswa Bima bersama BEM-REMA terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi pendidik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan serta inspirasi bagi pengembangan program akademik lainnya di masa mendatang.
