Jelang Pergantian Ketua KONI, Presma BEM-REMA STKIP Taman Siswa Bima Desak Reformasi Total

 

Bima, — Menjelang pergantian Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bima, Presiden Mahasiswa (Presma) BEM-REMA STKIP Taman Siswa Bima, Andri Setiawan, menyampaikan pernyataan tegas terkait urgensi pembenahan total dalam tubuh organisasi tersebut.

Dalam keterangannya, Andri menilai momentum pergantian kepemimpinan ini tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan harus dijadikan titik balik untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap tata kelola KONI yang selama ini dinilai stagnan.

“Pergantian ketua KONI jangan hanya menjadi formalitas. Ini harus menjadi momentum evaluasi total terhadap kinerja organisasi yang selama ini minim progres, baik dalam pembinaan atlet maupun pengelolaan kelembagaan,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa selama beberapa tahun terakhir, peran KONI Kabupaten Bima cenderung tidak optimal dan lebih bersifat administratif. Padahal, sebagai lembaga yang menaungi cabang olahraga, KONI seharusnya menjadi motor utama dalam melahirkan atlet berprestasi dan meningkatkan daya saing daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

Lebih lanjut, Andri juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran hibah yang setiap tahunnya mencapai angka miliaran rupiah. Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat adanya program pembinaan yang benar-benar terstruktur dan berkelanjutan yang dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

“Dengan anggaran sebesar itu, publik berhak tahu ke mana arah penggunaan dana tersebut. Jangan sampai KONI hanya aktif di atas kertas tanpa dampak nyata bagi kemajuan olahraga daerah,” lanjutnya.

Menghadapi agenda Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) yang akan datang, Andri mengingatkan bahwa kegagalan pada ajang sebelumnya harus menjadi bahan refleksi serius. Ia menilai, tanpa adanya perbaikan sistemik, Kabupaten Bima akan terus tertinggal dalam kompetisi olahraga tingkat daerah.

Selain itu, ia juga mendorong agar proses pemilihan ketua KONI ke depan benar-benar mengedepankan prinsip profesionalitas, kompetensi, dan integritas. Menurutnya, figur yang terpilih harus memiliki rekam jejak yang jelas serta pemahaman mendalam di bidang olahraga, bukan sekadar figur kompromi.

“Jangan lagi ada kepengurusan yang diisi oleh orang-orang tanpa kapasitas dan lisensi yang jelas. KONI butuh figur yang benar-benar paham manajemen olahraga dan punya komitmen membangun prestasi,” ujarnya.

Sebagai penutup, Andri menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal proses pergantian kepemimpinan KONI agar berjalan secara transparan dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa perubahan nyata.

“Ini bukan hanya soal pergantian jabatan, tapi soal masa depan olahraga Kabupaten Bima. Jika tidak dibenahi sekarang, maka kita akan terus berada di titik yang sama tanpa kemajuan,” tutupnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama