![]() |
| Adi Ramadin Aktivis yang memperjuangkan hak Rakyat |
BIMA, 27 Februari 2026 - Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat kembali berduka. Tidak hanya karena kepergian salah seorang warganya, tetapi juga karena tragedi infrastruktur yang kembali menggoreskan luka dan kepiluan bagi masyarakat setempat.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Dusun Baku, Desa Sumi, Kecamatan Lambu pada Rabu (25/2/2026). Potret nyata terabaikannya infrastruktur daerah memaksa warga yang tengah berduka harus menanggung derita tambahan saat proses evakuasi jenazah.
Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial Facebook, terlihat sejumlah warga terpaksa menggotong keranda jenazah dengan berjalan kaki menyusuri jalanan tanah yang hancur dan berlumpur parah. Hal ini terpaksa dilakukan lantaran mobil ambulans tidak mampu menjangkau lokasi rumah duka akibat akses jalan yang rusak berat. Ambulans tersebut hanya bisa menunggu di titik jalan yang kondisinya dinilai sedikit lebih layak dan bisa dilalui kendaraan roda empat.
Kejadian yang menyayat hati ini sontak menjadi sorotan publik dan memicu amarah dari kalangan pemuda dan mahasiswa setempat. Jeritan hati masyarakat Dusun Baku yang selama ini tak terdengar, kini pecah melalui aksi protes.
Adi Ramadin, salah seorang aktivis mahasiswa asal Desa Sumi, menyampaikan kecaman keras terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. Ia menilai pemerintah telah menutup mata terhadap kondisi infrastruktur di wilayah pelosok yang sangat vital bagi mobilitas dan keselamatan warga.
"Lagi dan lagi, ini adalah jeritan hati masyarakat yang terabaikan. Kejadian pilu ini adalah bukti nyata bagaimana buruknya infrastruktur membuat masyarakat harus menderita, bahkan di saat mereka sedang dalam suasana duka yang mendalam, " ujar Adi Ramadin, Jumat (27/2/2026).
Mewakili mahasiswa dan masyarakat Lambu, Adi secara tegas menuntut Pemkab Bima untuk segera turun tangan. "Kami mengecam keras kelalaian pemerintah kabupaten. Kami menuntut agar pemerintah segera membuka mata, melirik, dan memperbaiki total keberadaan infrastruktur jalan yang ada di Dusun Baku, Desa Sumi ini, " tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan mahasiswa terus mendesak adanya respons cepat dari dinas terkait agar penderitaan akibat jalan rusak di Kecamatan Lambu tidak lagi memakan korban atau menghambat akses darurat di masa mendatang. (Tim)
